Home / Headline / News / Wali Nanggroe Aceh

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:23 WIB

Wali Nanggroe Terima Kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis di Aceh

Tgk. Malik Mahmud Al Haythar menerima kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Rabu 6/5/2026.

Tgk. Malik Mahmud Al Haythar menerima kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Rabu 6/5/2026.

Banda Aceh — Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar menerima kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Rabu 6/5/2026.

Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe Zulfikar Idris mengatakan, pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama Belanda–Indonesia di Aceh, terutama dalam bidang pembangunan berkelanjutan, penanganan bencana, pengelolaan lingkungan, investasi, pendidikan, dan pengembangan ekonomi kawasan.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan kemitraan jangka panjang yang dibangun atas dasar saling menghormati, pembelajaran sejarah, dan kepentingan bersama demi masa depan Aceh yang lebih maju dan berkelanjutan.

Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda menyampaikan bahwa kunjungannya ke Aceh bertujuan untuk melihat langsung perkembangan Aceh sekaligus membahas peluang kerja sama masa depan bersama Wali Nanggroe Aceh.

“Saya datang dari Jakarta hari ini untuk bertemu Wali Nanggroe dan berbicara tentang perkembangan di Aceh, sekaligus melihatnya dari perspektif sejarah dan masa depan, apa yang bisa kita lakukan bersama, bagaimana kerja sama dapat dibangun di Aceh bersama masyarakat Aceh, untuk memastikan pembangunan yang kita harapkan dapat terwujud,” ujar Adriaan.

Baca Juga:  Pimpin Rapat Peningkatan Kinerja 2026, Bupati Ajak OPD Lebih Proaktif Jemput Anggaran Pusat

Ia mengatakan Pemerintah Belanda sebelumnya telah terlibat dalam penanganan banjir di Aceh melalui Dutch Relief Alliance dan berbagai organisasi lokal. Namun, menurutnya, kerja sama tersebut perlu ditingkatkan ke tahap pemulihan dan pembangunan jangka panjang.

“Sebagai Pemerintah Belanda, kami telah terlibat dalam membantu penanganan banjir melalui Dutch Relief Alliance dan organisasi lokal. Namun kini saatnya melangkah ke tahap berikutnya, pemulihan dan pembangunan kembali,” katanya.

Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kerja sama lintas sektor, mulai dari pertanian hingga pengelolaan lingkungan dan tata kelola air.

“Apa peluang pengembangan sektor pertanian? Bagaimana kita memastikan tata kelola aliran air menjadi lebih baik? Dan yang terpenting, bagaimana kita dapat membantu masyarakat Aceh dan Belanda untuk tumbuh dan berkembang bersama?” ujarnya.

Baca Juga:  Karo Adpim Menghadiri Rapat Virtual Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh

Ia juga menekankan pentingnya budaya sebagai bagian penting dalam membangun hubungan antara Aceh dan Belanda.

“Selain itu, tentu saja budaya juga memiliki peran yang sangat penting, terutama di Aceh,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Nanggroe Aceh menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara Aceh dan Belanda di masa mendatang.

“Kita banyak memperbincangkan bagaimana Aceh dan Belanda bisa bekerja sama, terutama dalam berbagai sektor pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wali Nanggroe yang didampingi Staf Khusus Dr. Muhammad Raviq.

Dalam diskusi, Wali Nanggroe dan Wakil Dubes Kerajaan Belanda juga turut merefleksikan sejarah panjang hubungan Aceh dan Belanda, termasuk pengalaman pascatsunami 2004 yang menjadi momentum penting kerja sama kemanusiaan dan rekonstruksi di Aceh.

Sebagai tindak lanjut, delegasi Belanda dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh untuk menilai kebutuhan lapangan sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama lanjutan.(**)

Share :

Baca Juga

Aceh

Kadis Syariat Islam Pimpin 52 Relawan DSI Aceh Gotong Royong di Aceh Utara Pasca Bencana

Banda Aceh

Wali Kota Kukuhkan Pengurus Forum Anak dan Genre Kota Banda Aceh Periode 2025-2027

News

Baitul Mal Aceh Salurkan Rp107,296 Miliar Zakat dan Infak untuk 40.132 Mustahik di Seluruh Aceh pada Tahun 2025

BPKA

BPKA Aceh dan Kejaksaan Tinggi, Bersinergi untuk Pengelolaan Aset Daerah yang Optimal dan Peningkatan PAD

News

Kak Na: TP PKK Aceh harus Kerja Bakti untuk Rakyat

BPKA

Langkah Cepat BPKA: Layanan Samsat Aceh Tamiang Kembali Menyapa Warga Pasca Bencana

Aceh

Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 1.000 Rumah untuk Korban Bencana Aceh

BPKA

BPKA Aceh Raih Penghargaan Informatif atas Keterbukaan Informasi Publik