Breaking News

Home / Pemeritah Aceh Besar

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:37 WIB

Bunda Guru Dikukuhkan, Bupati Ajak PGRI Jadi Pelindung dan Penggerak Pendidikan Aceh Besar

Aceh Besarย โ€” Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pelantikan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Besar Periode 2025โ€“2030 di Orion Hall, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat (6/2/2026) malam.

Dalam momentum tersebut, Ketua TP-PKK Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, resmi dikukuhkan sebagai Bunda Guru Aceh Besar. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua PGRI Aceh, Al Munzir, S.Pd., MSi usai pelantikan pengurus PGRI Aceh Besar.

Hj Rita Mayasari kemudian dipakaikan selempang oleh Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram), disaksikan Wakil Bupati Drs. H. Syukri A. Jalil, Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Sekda Aceh Besar Bahrul Jamil SSos MSi, unsur Forkopimda, Ketua MPD Prof. Mustanir Yahya MSc, serta ratusan guru yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada pengurus PGRI yang baru dilantik.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan energi, inovasi, dan kreativitas dalam mengawal dunia pendidikan di Aceh Besar.

โ€œPGRI harus menjadi pelindung dan pengayom guru-guru kita. Guru adalah kunci lahirnya generasi cerdas. Kemajuan daerah sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusianya,โ€ ujar Bupati.

Ia menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, baik bagi guru maupun peserta didik.

Menurutnya, keharmonisan antara kepala sekolah dan guru menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Bupati juga menyinggung rencana peremajaan kepala sekolah di Aceh Besar dalam waktu dekat. Ia berharap rekomendasi dari PGRI menjadi pertimbangan penting dalam proses tersebut.

โ€œPGRI lebih memahami karakter dan psikologi anggotanya. Kepala sekolah harus menjadi teladan, bukan sosok yang menekan. Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman, bukan menakutkan,โ€ tegasnya.

Baca Juga:  Wabup Aceh Besar Apresiasi Talk Show Pencegahan Korupsi bagi Pimpinan Daerah

Selain itu, Bupati menyoroti pemerataan perhatian pendidikan di seluruh wilayah Aceh Besar, termasuk kawasan 3T dan kepulauan seperti Pulo Aceh, Lhoong, dan Lembah Seulawah. Ia menegaskan bahwa seluruh anak Aceh Besar berhak mendapatkan layanan pendidikan yang setara.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat untuk keluarga kurang mampu.

Di Aceh Besar, dua lokasi telah dipersiapkan, salah satunya di Bukit Mesara, Kecamatan Kuta Cot Glie.

Tak hanya itu, Bupati juga mendorong penguatan kearifan lokal melalui pelestarian Bahasa Aceh di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga identitas daerah agar tidak tergerus zaman.

โ€œBek tuwo beuleu neupeureunoe bahasa Aceh, tanyoe harus bangga dengoen bahasa droe, Jangan sampai bahasa ibu kita hilang.

Nyoe bahasa Aceh kagadoh, kaabeh tanyoe, bek sampe abeh tanyoe, kaabeh bahasa Aceh, nyoe tanggong jaweub guru untuk menjaga. Kalau bukan guru yang menjaga, siapa lagi?โ€ ucapnya, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut memaparkan sejumlah program strategis di bidang pendidikan, antara lain penguatan program Beut Kitab Sikula yang telah berjalan di 46 SD dan SMP, rencana pembangunan IPDN di Kota Jantho seluas 37 hektare, SMAN Rakyat, serta pengembangan perguruan tinggi di ibu kota kabupaten.

Ia berharap seluruh elemen, termasuk PGRI, mendukung visi menjadikan Jantho sebagai Kota Pendidikan.

Sementara itu, Ketua PGRI Aceh, Al Munzir SPdI MSi, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap organisasi guru. Ia mengaku baru pertama kali pelantikan PGRI dihadiri lengkap oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda.

โ€œIni bentuk soliditas pemerintah daerah terhadap guru. Kami sangat mengapresiasi,โ€ ujarnya.

Baca Juga:  Dukung Supervisi KPK, Aceh Besar Siap Penuhi Permintaan Data 10 Proyek Strategis

Ia juga menegaskan bahwa PGRI adalah organisasi profesi, bukan organisasi politik. PGRI harus fokus pada peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru, termasuk memberikan pendampingan hukum jika diperlukan.

“Kalau setelah dilantik hanya untuk berleha-leha dan hanya untuk mempertahahankan kekuasaan atau mencari jabatan, maka berhentilah untuk menjadi pengurus PGRI, karena porsinya terbatas hanya 23 orang, jadi jangan pikirkan diri secara pribadi, namun pikirkanlah harapan yang besar mulai dari pengembangan guru hingga pendampingan hukum, PGRI harus hadir untuk itu,” tegasnya.

Ketua PGRI Aceh Besar yang baru dilantik, Munadi, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyebut PGRI Aceh Besar memiliki 23 pengurus cabang (PC) sesuai jumlah kecamatan, serta ribuan anggota yang tersebar di berbagai satuan pendidikan.

โ€œAmanah ini bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada manusia, tetapi juga di hadapan Allah SWT. Jangan bertanya apa yang PGRI berikan kepada kita, tetapi apa yang bisa kita berikan kepada PGRI,โ€ ujarnya.

Ia menegaskan komitmen PGRI untuk berada di garda terdepan dalam membela dan mendampingi guru, sekaligus mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memajukan pendidikan.

Dengan dikukuhkannya Bunda Guru Aceh Besar serta dilantiknya pengurus baru, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan PGRI semakin kuat dalam membangun pendidikan yang berkarakter, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai keacehan.(**)

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Terima Audiensi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi USK

Aceh Besar

Bupati Buka Rakor TPPS Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025, Tekankan Jiwa Militansi dan Kepedulian

Aceh Besar

Aceh Besar Rayakan Malam Resepsi HUT ke-80 RI dengan Penuh Keakraban

Aceh Besar

Bupati Syech Muharram Apresiasi Kinerja Kolonel Pnb Hantarno Edi Sasmoyo

Aceh Besar

Bunda PAUD Aceh Besar Dorong Peran Orang Tua Dukung Wajib PAUD Satu Tahun Pra SD

Pemeritah Aceh Besar

Bupati Muharram Idris Serahkan 150 Sak Semen Saat Safari Ramadhan di Leupung

Aceh Besar

Asisten I Sekda Aceh Besar dan Ketua TP PKK Sambut Tim Pembinaan Gammawar Provinsi Aceh di Miruek Lamreudeup

News

Bupati Aceh Besar Kunjungi Balai Embrio Ternak Cipelang