Breaking News

Home / Daerah / News / Pendidikan

Senin, 27 Oktober 2025 - 22:57 WIB

Plt Kadisdik Aceh; Pendidikan Harus Dikelola dengan Hati dan Empati

Bireuen – Di tengah tantangan dunia pendidikan Aceh yang kompleks, semangat perubahan disuarakan dari Bireuen, dalam pertemuan bersama jajaran pendidikan di Aula Kampus Al-Muslim.

Murthalamuddin, S.Pd., MSP, menegaskan pentingnya pengelolaan pendidikan dengan hati dan empati sebagai dasar membangun mutu pendidikan yang lebih baik di Aceh.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja dan pertemuan dengan jajaran Cabang Dinas Pendidikan Bireuen, pengawas sekolah, serta para kepala SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Bireuen di Aula Kampus Al-Muslim, Senin (27/10/2025).
.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Wakil Ketua Komisi I DPR Aceh, Rusyidi Mukhtar, S.Sos. (Ceulangiek), Murthalamuddin menyoroti masih lemahnya sistem pembinaan dan pengawasan di lingkungan pendidikan Aceh, terutama dalam hal penempatan birokrat yang tidak selalu berasal dari latar belakang pendidikan.

Selama birokrat pendidikan bukan orang pendidikan, maka sulit kita memahami persoalan di lapangan. Pendidikan ini bidang yang sangat spesifik, tidak bisa dikelola secara administratif saja,” tegasnya.

Murthalamuddin juga mengingatkan pentingnya kesejahteraan dan perhatian terhadap guru sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan.

“Selama guru tidak diperhatikan kesejahteraannya, sulit berharap hasil pendidikan yang baik. Guru yang bahagia akan melahirkan anak didik yang hebat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembenahan dilakukan dengan memperkuat sistem pengawasan melalui hierarki yang jelas.

Dalam setiap mutasi kepala sekolah, pengawas pembina wajib menandatangani berita acara bersama kepala sekolah dan kepala cabang dinas agar proses berjalan transparan dan akuntabel.

“Jika pengawasan dilakukan dengan benar, dan setiap pengawas berani menyampaikan fakta di lapangan kepada pimpinan, saya yakin mutu pendidikan Aceh akan membaik,” katanya di hadapan para peserta.

Dalam kesempatan itu, Murthalamuddin juga berbagi kisah pribadinya yang tumbuh di lingkungan keluarga guru. Menurutnya, pengalaman itu membentuk cara pandangnya terhadap dunia pendidikan sebagai ladang pengabdian, bukan sekadar jabatan.

Baca Juga:  Agam Inong Aceh Timur 2025 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Promosi Wisata oleh Generasi Muda

“Saya lahir dan besar di lingkungan guru. Karena itu saya paham betul bagaimana beratnya menjadi pendidik. Pendidikan itu bukan hanya soal sistem, tapi soal hati,” ucapnya.

Ia menutup arahannya dengan ajakan agar seluruh insan pendidikan di Aceh bekerja dengan tekad dan keikhlasan untuk membangkitkan kembali dunia pendidikan di Tanah Rencong.

“Mulai hari ini, mari kita bekerja dengan hierarki yang nyata, dengan hati yang ikhlas. Saya yakin walau pendidikan kita hari ini masih lemah, tapi dengan niat baik bersama, Aceh akan bangkit,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

News

Bupati Aceh Besar : Kami Ingin Memerdekakan Sektor Pertanian di Aceh Besar

News

DPR Aceh Gelar Santunan Anak Yatim Menyambut Ramadhan 1446 H

BSI

Laba BSI April 2026 Tumbuh 17,79% Jadi Rp2,8 Triliun, Penyaluran Zakat Terus Meningkat

News

Taruna Akpol Peserta Latsitardanus XLVI Bantu Operasional Dapur Lapangan di POSCO Pengungsian Aceh Tamiang

Aceh

DSI Aceh Tinjau Langsung Posko Bencana Banjir & Longsor di Aceh Tamiang

News

Wagub Aceh Minta Bupati/Wali Kota Percepat Data Penyediaan Huntap

News

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Temui Mentri PU, Minta Pembangunan Terewongan Gurute

Daerah

Sekda Aceh Timur Hadiri Pemusnahan Barang Bukti