Breaking News

Home / Banda Aceh / News / Parlementarial

Selasa, 24 Juni 2025 - 00:53 WIB

IKAMBA Banda Aceh Nyatakan Dukungan Terhadap Wacana Jam Malam Pelajar

Banda Aceh,โ€“ Pengurus Ikatan Mahasiswa Banda Aceh (IKAMBA) melakukan pertemuan dengan Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, Selasa (24/6/2025) di Ruang Kerja Ketua DPRK setempat.

Hadir Ketua Umum Ikamba, M Geubry Al Fattah Budian dan sejumlah pengurus teras. Dalam pertemuan pengurus panguyuban mahasiswa Banda Aceh dan Ketua DPRK membahas sejumlah isu-isu krusial dan yang menjadi perhatian masyarakat di Banda Aceh.

Salah satu pembahasan adalah soal wacana pemberlakuan jam malam untuk pelajar, guna menghindari aktivitas negatif.

M Geubry Al Fattah Budian atau yang akrab disapa Ryal mengatakan, IKAMBA memberikan dukungan penuh kepada Pemko Banda Aceh untuk memberlakukan jam malam. Sebagaimana yang sudah dicetuskan oleh Ketua DPRK Banda Aceh.

โ€œSaya sepakat dengan pemberlakukan jam malam, karena fokusnya kepada pelajar SMP dan SMA. Kalau kita dengar Ketua DPRK tadi, tidak ada urgensinya adek-adek SMP dan SMA berada di luar rumah di atas jam 11 malam,โ€ ujarnya.

Namun, kata Ryal, dalam mengambil kebijakan tersebut, Pemko Banda Aceh harus mempertimbangkan banyak hal. Sehingga dengan kebijakan itu, tidak ada pihak yang dirugikan.
Ia mengungkapkan, jika kebijakan ini kurang tepat jika menyasar mahasiswa.

Karena kebanyakan mahasiswa di Banda Aceh sebagai penghuni kost, yang memiliki banyak keperluan keluar di tengah malam. Misalnya membeli makanan atau pulang dari kegiatan-kegiatan kampus. Namun ia memberikan dukungan penuh jika menyasar pelajar sekolah.

Ryal mengatakan, IKAMBA ingin memberikan kontribusi terhadap jalannya pembangunan Banda Aceh, baik itu ide maupun kontribusi langsung. Mereka juga mengakui jika beberapa persoalan negatif sedang menerpa anak muda kota, seperti narkoba.

Sementara Ketua DPRK banda Aceh, Irwansyah ST menyampaikan, wacana pemberlakuan jam malam itu merespons kian banyak bermunculannya prilaku negatif remaja di Banda Aceh. Sehingga menimbulkan kekhawatiran jika prilaku negatif tersebut akan terus menular ke remaja lain.

Baca Juga:  Ketua SPS Aceh Apresiasi HUT ke-2 Habapublik.com: Dorong Diversifikasi Usaha Media demi Keberlanjutan

Katanya, dalam sebulan itu, ia mendapatkan dua laporan prilaku negatif remaja di Banda Aceh. Pertama, ada seorang siswi SMP yang tidak pulang ke rumah selama 3 malam, diketahui ia berkumpul dengan sekelompok remaja pria di sebuah rumah di Banda Aceh. Kemudian ada sekelompok remaja SMP lainnya yang melakukan pencurian uang dalam jumlah besar untuk kemudian berfoya-foya.

Oleh karena itu, Irwansyah mengingatkan, bahwa untuk mencegah munculnya prilaku negatif tersebut, pemberlakukan jam malam jadi salah satu solusi, bahwa anak sekolah tidak boleh keluar lagi di atas pukul 23.00 WIB.

โ€œSekarang apa sih urgensinya anak SMP masih berada di luar rumah di atas jam 11 malam? Kalau mau buat tugas sore kan bisa. Karena satu perbuatan maksiat itu akan mendorong perbuatan maksiat lainnya, apalagi tengah malam tidak ada pengawasan lagi, baik orang tua maupun lingkungan,โ€ ujar Irwansyah.

Irwansyah berharap, IKAMBA dan elemen kota lainnya memiliki satu pandangan dalam melihat kondisi itu. Karena wacana itu dicetuskan demi menyelamatkan masa depan generasi muda Banda Aceh.

Share :

Baca Juga

News

Komisi III DPRA Gelar Rapat Kerja Bahas Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Investasi Aceh

Kesehatan

Asisten I Sekdakab Aceh Besar Hadiri dan Terima Penghargaan ODF SBS dari Pemerintah Aceh

Banda Aceh

Wali Kota Illiza Pimpin Upacara HUT ke-821: Sinergi Kunci Kemajuan Banda Aceh

Banda Aceh

Pimpinan DPRK Terima Audiensi Kodim 0101/KBA

Aceh

Gebernur Aceh (Mualem) melantik 1.184 PPPK Tahap II Formasi Tahun 2024

Aceh Besar

Banleg Ketua DPRK Aceh Besar Inisiasi Raqan Gampong Wisata Dorong Pembangunan Ekonomi Masyarakat Dan Kemandirian Gampong

BPKA

Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Aceh Berdampak Signifikan, Ribuan Kendaraan Kembali Aktif

Banda Aceh

Kapolda Aceh Minta Personel Jaga Komitmen Pelayanan Masyarakat yang Profesional dan Humanis