Breaking News

Home / News / Pemerintah Aceh

Kamis, 2 April 2026 - 20:45 WIB

Cerita Tiga Srikandi, Panen Melon hingga Menikmati Tempe Koro

BANDA ACEH – Matahari mulai meninggi, saat rombongan tiga Srikandi Aceh keluar dari komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (2/4/2026).

Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah Fadhlullah dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Malahayati, bertolak ke Gampong Lam Manyang Kecamatan Pekan Bada, untuk memanen serta menikmati Melon.

Rombongan juga bertolak ke Gampong Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala untuk melihat langsung proses pembuatan Tempe Koro serta menikmati Tempe Goreng Koro langsung, fresh from the penggorengan.

Di Gampong Lam Manyang, Tiga Srikandi didampingi Rifat selaku pendiri Rumah Pangan, memanen langsung melon di lahan seluas setengah hektar. Total ada 3 ribu batang melon di tanam di lahan ini.

Ada dua jenis melon yang dikembangkan di sini, yaitu Inthanon dan sweetnet. Perempuan yang akrab disapa Kak Na itu pun berkesempatan memanen dan menikmati langsung lezat dan manisnya Melon Sweetnet.

“Mari datang ke kebun melon Gampong Lam Manyang. Petik sendiri dan langsung makan di sini. Jangan lupa, pilih melon sweetnet yang ‘wah’ atau sudah sedikit pecah merekah. Dijamin rasanya jauh lebih manis dibanding dengan yang masih bulat sempurna,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na berpromosi.

“Harganya juga jauh lebih murah jika kita beli langsung di kebun. Hanya Rp30 ribu perkilogramnya. Jika di pasar harganya bisa mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu rupiah,” sambung Kak Na.

Usai puas memanen dan mencicipi melon, 3 Srikandi Aceh bertolak ke Gampong Alue Naga. Puluhan kilogram melon dibawa serta sebagai oleh-oleh serta memberdayakan ekonomi pengelola kebun melon di Peukan Bada.

Rombongan lalu menuju Rumah Produksi Pengolahan Tempe Koro. Pusat Pengolahan Koro ini juga dibina oleh Rumah Pangan binaan Rifat bersama tiga rekannya.

Baca Juga:  Ratusan Warga hingga Eks Kombatan GAM Jemput Ketua PSI Aceh T Rival Amiruddin, Konvoi Keliling Banda Aceh

Untuk diketahui bersama, Rifat adalah putra asli Aceh yang menyelesaikan study pertanian di Belanda yang berhasil lulus dengan predikat suma cumlaude. Prestasi tersebut membuat dirinya mendapat tawaran menjadi dosen.

Namun Rifat menolak dan memilih untuk fokus pada kegiatan sosial, khususnya membantu dan menghimpun masyarakat mengembangkan sektor pertanian di tanah kelahirannya, Aceh .

“Rumah Pangan ini masih kecil, tapi dengan tekad dan kekuatan bersama kami yakin bisa bertumbuh. Dan kami menyadari, upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, dukungan dari Ibu selaku Ketua TP PKK dan semua pihak, tentu akan sangat membantu upaya kami,” ujar Rifat.

Kepada 3 Srikandi Aceh, Rifat menjelaskan, di unit usaha Kacang Koro ini, mereka mengembangkan 5 komoditas, mulai dari benih, kacang koro, koro krispi, keripik dan tempe.

“Untuk produk tempe beku itu bisa bertahan hingga 2 bulan, sedangkan di suhu ruang tempe koro akan bertahan 2 hingga 3 hari saja. Untuk mendukung produksi, kita juga menanam kacang koro sendiri Bu. Di sekitar sini ada juga kebunnya. Sementara di seluruh Aceh, secara total ada 23 hektar yang tersebar di 8 kabupaten dan kota,” ujar Rifat menjelaskan.

Usai berdialog dan berdiskusi terkait pengembangan tempe koro, melon serta sejumlah unit usaha yang dikembangkan oleh Rumah Pangan, 3 Srikandi Aceh pun meninggalkan lokasi setelah seekumnyamemborong beberapa batang tempe siap olah hasil produksi Rumah Pengolahan Koro Alue Naga. []

Share :

Baca Juga

News

Kak Na Apresiasi Semangat Juang Para Guru di Lokasi Bencana

Aceh

Solidaritas Tanpa Batas: PGRI Bekasi Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang, Semangat Persaudaraan Insan Pendidikan Terus Menyala

Banda Aceh

Pangdam IM ikuti acara peluncuran Gerakan Pangan Murah Serentak se-Indonesia di Polda Aceh

News

Dirsamapta Polda Aceh Pimpin Gotong Royong Massal di Pasar Al-Mahirah Dukung Program ASRI

News

Polda Aceh dan Universitas Teuku Umar Teken MoU, Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat

Banda Aceh

DPRA dan Pemerintah Aceh Bakal Percepat Pembahasan RPJM Aceh

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Gelar Rakor TPPS

News

Diskominfotik Banda Aceh Sosialisasi Pengelolaan PPID Dana Desa di Lueng Bata