Breaking News

Home / Aceh Besar / News / Pemeritah Aceh Besar

Minggu, 17 Agustus 2025 - 15:16 WIB

Bupati Aceh Besar Hadiri Pentas Damai Aceh, Damai Dunia di Kopi Blang

Aceh Besar,ย โ€” Suasana penuh keakraban, kehangatan, dan refleksi sejarah menyelimuti acara Pentas Damai Aceh, Damai Dunia yang berlangsung di Rumah Makan Khas Aceh dan Kopi Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (16/8/2025). Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris yang akrab disapa Syech Muharram, bersama ratusan masyarakat, tokoh lintas generasi, hingga mantan kombatan.

Pentas yang digagas seniman Aceh Rafli Kande itu mengusung tema โ€œYuk Menakar Damai Acehโ€ sebagai ajakan untuk kembali merefleksikan arti perdamaian yang kini sudah memasuki usia 20 tahun pasca-ditandatanganinya MoU Helsinki.

Acara dimulai dengan penampilan panggung (On Stage), disusul dengan penampilan musik Rafli Kande yang menyuguhkan lantunan khas Aceh sarat makna. Rafli beberapa kali menghibur audiens dengan lagu-lagu populer dan penuh pesan damai, di antaranya Ranub, Bermain Api, Krueng Daroy, Rahman Rahim, Aneuk Yatim, Syuruga Firdaus, Ubat Hate, Hasan Husein, hingga Seulanga.

Tak hanya itu, Rafli juga berkolaborasi dengan Kimy dalam lagu Jak Beut, sebelum akhirnya menutup panggung dengan lagu penuh filosofi berjudul Sepasang Lembu Tua.

Di sela-sela penampilan musik, acara juga diisi dengan diskusi santai (Ngobrol Santai) yang membahas sejumlah topik penting: โ€œMenakar Damaiโ€, โ€œMoralitas dalam Komitmen Perdamaianโ€, โ€œMengisi Perdamaianโ€, hingga โ€œKesimpulan Damaiโ€.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti mantan Gubernur Aceh periode 2007โ€“2012 dan 2017โ€“2018, Drh. Irwandi Yusuf, unsur TNI/Polri, mantan GAM dan KPA, Camat Ingin Jaya Al Mubarak Akbar, S.STP, MM, Forkopimcam Ingin Jaya, serta masyarakat yang memenuhi lokasi acara.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar Syech Muharram menyampaikan rasa syukur bahwa perdamaian Aceh telah bertahan selama dua dekade. Ia menegaskan, capaian ini merupakan sejarah yang jarang terjadi di dunia.

Baca Juga:  Kunker ke Polres Gayo Lues, Kapolda Aceh Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Tandatangani Prasasti Pembangunan Polsek Dabun Gelang

โ€œAlhamdulillah, tidak disangka perdamaian Aceh sudah mencapai 20 tahun. Ini belum pernah terjadi di dunia, hanya Aceh yang mampu menjaga perdamaian selama dua dekade,โ€ ujar Syech Muharram dengan penuh haru.

Syech Muharram kemudian mengenang peran dirinya semasa konflik, ketika masih menjadi Panglima GAM. Ia menceritakan bagaimana tsunami 2004 menjadi titik balik perjuangan rakyat Aceh menuju jalan damai.

โ€œSaat tsunami melanda, ada pasukan saya yang putus asa dan berkata perjuangan sia-sia karena rakyat Aceh habis dibawa tsunami. Tapi saya yakinkan mereka bahwa rakyat Aceh masih ada, hanya Banda Aceh dan Aceh Besar yang terkena, sementara kabupaten lain tetap ada. Semangat itu yang membuat perjuangan terus berlanjut hingga lahir gencatan senjata dan perundingan yang berujung pada MoU Helsinki,โ€ ungkapnya.

Bagi Syech Muharram, gempa dan tsunami bukan sekadar bencana, tetapi juga โ€œjalan Allahโ€ untuk menghadirkan perdamaian.

โ€œAllah SWT menukar 200 ribu jiwa dengan sebuah berkah yang besar, yaitu damai. Karena tsunami, perang Aceh dengan RI berhenti, lalu lahirlah kesepakatan damai. Maka jangan pernah sia-siakan nikmat ini,โ€ tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga perdamaian agar tidak kembali ke masa kelam.

โ€œPerdamaian ini sangat berharga. Mari kita rawat bersama dan melanjutkan apa yang belum terselesaikan dalam MoU Helsinki,โ€ tegasnya.

Sementara itu, mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang juga gubernur pertama pasca-damai GAM-RI, memberikan pesan yang tak kalah penting. Menurutnya, tujuan perjuangan dahulu bukanlah untuk jabatan, melainkan demi hak-hak rakyat.

โ€œTujuan perang dulu adalah untuk mencapai hak-hak rakyat, bukan untuk kursi parlemen. Sekarang Aceh sudah damai, maka berikanlah kesejahteraan kepada rakyat sesuai dengan tujuan perjuangan kita dulu,โ€ tegas Irwandi.

Baca Juga:  Catut Nama PW IWO Aceh dan Pasang Foto Ketua PWI Aceh, Zoni diduga Lakukan Penipuan

Ia mengingatkan agar perdamaian tidak hanya menjadi slogan, melainkan benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

โ€œJangan sampai ada rakyat yang justru merasa beroposisi di masa damai. Jika kesejahteraan rakyat tidak tercapai, maka saya sendiri yang akan menjadi oposisi. Perjuangan kita dulu murni untuk rakyat Aceh,โ€ pungkasnya.

Pentas Damai Aceh, Damai Dunia di Kopi Blang menjadi bukti nyata bahwa seni, musik, dan budaya dapat menjadi media perekat kebersamaan. Melalui lantunan syair Rafli Kande dan dialog santai para tokoh, masyarakat kembali diingatkan bahwa perdamaian bukan hadiah, melainkan hasil dari pengorbanan besar yang harus terus dijaga.

Acara tersebut ditutup dengan penuh kehangatan, diiringi tepuk tangan dan harapan bersama agar Aceh terus melangkah maju dalam bingkai kedamaian yang abadi.(**)

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Illiza Ajak Warga Jaga Jembatan Gantung Gampong Lamseupeung- Gampong Lambhuk

Dinas syariat islam

Hadiri Musrenbang RKPA 2027, Kadis DSI Aceh Marzuki: Sinergi Lintas Sektor Kunci Pembangunan Syariat

Aceh Besar

Syech Muharram Ajak Hadirkan Lagi Peran Para Pihak MoU Helsinki di Tengah Revisi UUPA

Aceh

Mentan Apresiasi Kinerja Pemerintah Aceh, Janji Terus Dukung Pengembangan Pertanian dan Kopi Gayo

Aceh Besar

Pj Bupati Harap Pengurus KONI Aceh Besar Komitmen Tingkatkan Prestasi Olahraga

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Pimpin Upacara di MIN 16, Tegaskan Pentingnya Upacara Sebagai Penguat Karakter dan Nasionalisme

Aceh Besar

Halaqah Pengajian TP-PKK Aceh Besar Bahas Peran Istri dalam Rumah Tangga

Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Sambut Tim Penilai Perpustakaan di Lamteumen Timur