Breaking News

Home / Aceh Besar / Berita / Pemeritah Aceh Besar

Senin, 1 September 2025 - 17:11 WIB

Bupati Aceh Besar Hadiri Grand Opening PT. BPR Syariah Ingin Jaya

Aceh Besar — Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), menghadiri Grand Opening PT. Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah Ingin Jaya yang berlangsung di kantor pusat bank tersebut, Senin (1/9/2025). Acara yang ditandai dengan pemotongan pita itu menjadi momentum bersejarah bagi PT. BPR Ingin Jaya yang resmi bertransformasi dari bank konvensional menjadi bank syariah dengan mengusung tema “Jembatan Menuju Kesejahteraan dan Kebangkitan Ekonomi Syariah”.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar Syech Muharram menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas transformasi PT. BPR Ingin Jaya. Ia menekankan bahwa perubahan ini harus diiringi dengan penerapan prinsip syariah yang nyata, bukan hanya formalitas.

“Saya berharap, semoga saja bukan hanya namanya syariah, tetapi sistemnya juga benar-benar syariah. Jangan hanya berganti papan nama, tetapi operasionalnya tetap konvensional. Masyarakat tentu menunggu bukti nyata,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Bupati juga menyoroti pentingnya pelayanan dan strategi pemasaran dalam keberhasilan perbankan. Ia menjelaskan, marketing tidak hanya soal menarik nasabah, tetapi juga bagaimana bank memberi solusi yang tepat.

“Maju mundurnya sebuah bank itu sangat tergantung pada pelayanan dan marketingnya. Marketing itu ada dua, yang pertama marketing pemberian, dan yang kedua marketing penerimaan. Jika dua-duanya berjalan baik, insyaAllah bank akan berkembang,” ucapnya.

Lebih jauh, Syech Muharram menegaskan agar prinsip syariah benar-benar diterapkan dalam praktik. Ia meminta perbankan syariah menghindari praktik yang menyerupai sistem konvensional, khususnya dalam hal pembiayaan.

“Jangan kreditkan uang kepada nasabah, tapi kreditkan barangnya. Pihak bank belilah barang sesuai kebutuhan nasabah, lalu nasabah mencicil barang itu. Dengan begitu, sistemnya sesuai syariah, tidak terjebak pada praktik riba,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh, Zaini Zubir S.Sos, MM, mengingatkan bahwa keberadaan PT. BPR Syariah Ingin Jaya sejalan dengan regulasi daerah. “Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah menjadi payung hukum yang jelas bagi seluruh lembaga keuangan di Aceh untuk bertransformasi. Pemerintah Aceh mendukung penuh langkah PT. BPR Ingin Jaya ini, dan kami berharap bank ini dapat menjadi mitra strategis dalam membangun ekonomi masyarakat, terutama di tingkat bawah,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Aceh Besar Serahkan Santunan untuk 4.800 Anak Yatim

Direktur PT. BPR Syariah Ingin Jaya, Hilmiati, S.E., menyampaikan bahwa transformasi ini merupakan hasil perjuangan panjang. “Hari ini menjadi babak baru bagi kami. Dari sebelumnya PT. Bank BPR Ingin Jaya menjadi PT. Bank BPR Syariah Ingin Jaya. Perubahan ini bukan sesuatu yang instan, tetapi melalui proses administrasi panjang yang melibatkan OJK, Pemerintah Aceh, hingga Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak,” ungkapnya.

Hilmiati juga menuturkan, sejak berdiri pada 14 Juli 1992, BPR Ingin Jaya telah hadir melayani masyarakat dalam sistem konvensional. Namun, per 1 September 2025, bank ini resmi sepenuhnya menggunakan sistem syariah.

“Ini bukan sekadar perubahan label, tetapi komitmen kami untuk menerapkan prinsip-prinsip syariah secara menyeluruh, sehingga keberadaan bank ini bisa benar-benar menjadi jembatan menuju kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Pengawas OJK Perwakilan Aceh, Firman Otto Armando. Ia menekankan bahwa transformasi ini adalah langkah besar bagi dunia perbankan di Aceh. “Proses beralih dari konvensional ke syariah tentu tidak mudah, banyak tahapan yang harus dilewati.

Namun, hari ini kita melihat hasilnya. Kehadiran BPR Syariah Ingin Jaya bukan hanya sekadar momentum seremonial, melainkan bukti nyata komitmen untuk menggerakkan ekonomi syariah di Aceh,” jelasnya.

Firman menambahkan bahwa pihaknya yakin BPR Syariah Ingin Jaya akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat.

“Kami percaya, bank ini akan berkontribusi besar dalam menggerakkan ekonomi, khususnya sektor UMKM yang menjadi tulang punggung masyarakat Aceh. Semoga dengan sistem syariah yang benar-benar diterapkan, bank ini bisa menjadi contoh bagi lembaga keuangan lainnya,” pungkasnya.

Dengan grand opening ini, PT. BPR Syariah Ingin Jaya diharapkan mampu memperluas perannya sebagai lembaga keuangan syariah yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberi manfaat sosial dan spiritual bagi masyarakat. Kehadiran bank ini diyakini menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat kebangkitan ekonomi syariah di Aceh Besar khususnya, dan Aceh secara umum.

Baca Juga:  Bupati Aceh Besar Buka Musrenbang RPJMD 2025–2029

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt Ketua PMI Aceh Besar yang juga Anggota DPRA, Dr. Ansari Muhammad, S.Pt., M.Si., Pemimpin Bank Aceh Kantor Cabang Utama, Andri Wardani, Camat Ingin Jaya Al Mubarak Akbar, S.STP., M.M., Forkopimcam Ingin Jaya, serta jajaran pejabat terkait lainnya.(**)

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Sabet 18 Medali Emas, Ketua KONI Aceh Besar Apresiasi Tim Dayung

Aceh Besar

Rakor Inflasi Bersama Mendagri, Pemkab Aceh Besar Dorong Integrasi Keamanan Data dan Produk Halal

News

Bupati Aceh Besar Muharram Idris: Mari Bersinergi Demi yang Terbaik untuk Rakyat Aceh Besar

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Hadiri Maulid Akbar dan Haul Abu Chiek Ke-29 di Dayah Ulee Titi

Banda Aceh

Kombes Shobarmen Ingatkan Personil Pentingnya Menjaga Kesehatan

Pemeritah Aceh Besar

Syech Muharram: Aceh Besar Siap Sambut Investor dengan Prioritas Syariat dan Ekonomi Masyarakat

Aceh

Bupati Aceh Barat Dampingi DPRA Tinjau RS Regional

Aceh Besar

Bupati Aceh BesarvAjak Tenaga Medis Puskesmas Darussalam Berikan Pelayanan Terbaik