BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haytar secara resmi mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026–2031 dalam acara yang berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe, Banda Aceh, pada hari Sabtu (9/5/2026). Acara yang dihadiri oleh para tokoh adat dari seluruh penjuru Aceh ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran lembaga adat sebagai pilar utama dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan mendukung pembangunan daerah.
Dalam pidatonya, Wali Nanggroe Aceh menyampaikan bahwa Majelis Adat Aceh memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Provinsi Aceh. “MAA bukan hanya sebagai pelestar budaya dan tradisi Aceh, tetapi juga sebagai mitra penting pemerintah dalam menyusun kebijakan yang sesuai dengan nilai-nilai lokal dan aspirasi masyarakat,” ujar Teungku Malik Mahmud Al Haytar.
Ia menegaskan bahwa pengukuhan pengurus MAA masa bakti baru ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga keharmonisan masyarakat, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta mendukung upaya pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis nilai-nilai budaya Aceh.
“Kami berharap pengurus MAA masa bakti 2026–2031 dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab, menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat adat, serta menjadi penggerak dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Aceh,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus MAA masa bakti baru yang diangkat menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan. Menurutnya, Majelis Adat Aceh akan terus berperan aktif dalam melestarikan warisan budaya Aceh, memperkuat tata kelola masyarakat adat, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah yang sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan kebersamaan.
Acara pengukuhan diisi dengan serangkaian upacara adat Aceh yang khas, menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai budaya lokal tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan bernegara di Provinsi Aceh. Hadir pula sejumlah pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat yang menyaksikan langsung proses pengukuhan pengurus MAA masa bakti baru ini.(**)














