Breaking News

Home / News / Pemerintah Aceh

Kamis, 23 April 2026 - 13:03 WIB

Buka Musrenbang 2027, Mualem: Pemulihan Aceh Butuh Sentuhan dan Dukungan Penuh Dari Pemerintah Pusat

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2027.

Acara berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bappeda Aceh ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari perwakilan pemerintah pusat, DPR RI, Sekretaris Daerah Aceh, jajaran Forkopimda, DPR Aceh, kepala SKPA, Bupati/Wali Kota, hingga perwakilan masyarakat dan media.

Dalam sambutannya yang penuh makna, Mualem menekankan bahwa forum ini merupakan momen penting untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan program nasional, agar setiap kebijakan yang diambil dapat berjalan selaras dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat.

Mengusung tema “Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan”, Mualem menyampaikan harapan besarnya agar mendapatkan dukungan yang optimal dari pemerintah pusat.

“Kami menyadari bahwa tantangan yang dihadapi cukup besar. Secara teknis, kebutuhan untuk pemulihan menyeluruh diperkirakan mencapai sekitar Rp40 triliun. Oleh karena itu, kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah pusat, menjadi sangat kami harapkan,” ujar Mualem dengan penuh ketulusan.

Ia juga menyoroti dampak yang dirasakan masyarakat, mulai dari kondisi ekonomi hingga infrastruktur yang masih perlu banyak perbaikan.

“Saat ini, perhatian dan bantuan yang telah diberikan sangat kami hargai, namun kami berharap dapat diperluas lagi. Banyak infrastruktur vital yang rusak, bahkan di beberapa pelosok masyarakat masih kesulitan mengakses jalan. Kami berharap kondisi ini dapat segera membaik dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” tambahnya.

Lebih jauh, Mualem juga menyampaikan pentingnya penanganan masalah lingkungan, khususnya pendangkalan sungai dan muara (kuala) di pesisir. Menurutnya, penanganan yang tepat sangat diperlukan agar aliran air dapat berjalan lancar dan aktivitas masyarakat, termasuk para nelayan, tidak terganggu.

Baca Juga:  Kadis DSI Aceh Apresiasi Bantuan Mobil Dari Mendagri untuk Masjid Raya Baiturrahman

“Kami telah berupaya semaksimal mungkin, dan untuk hal teknis seperti pengerukan muara, kami sangat membutuhkan dukungan dan izin dari pusat, khususnya Kementerian Kelautan, agar masalah ini dapat segera terselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Di akhir sambutan, Mualem mengajak seluruh pihak yang hadir untuk bersama-sama memikirkan solusi terbaik demi kemajuan Aceh.

“Mari kita satukan visi dan tekad agar Aceh dapat segera pulih, bangkit, dan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” pungkas Mualem.(**)

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Wabup Syukri A Jalil Buka TC Penuh Kafilah MTQ Aceh Besar

Aceh

DPRA Gelar RDPU Rancangan Qanun Perikanan Aceh: Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Nelayan

Banda Aceh

DPRK Banda Aceh Berikan Rekomendasi Konstruktif untuk LKPJ Wali Kota 2025

Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik kepada Korban Kebakaran di Neusu

Banda Aceh

Polda Aceh Komitmen Cegah Narkotika: Bentuk dan Bina 94 KBDN di Seluruh Kabupaten/Kota

Daerah

Bupati Al-Farlaky Sidak Puskesmas Julok, Minta Klarifikasi Konten Video yang Dinilai Tidak Tepat

Aceh

Siswa SMA Negeri 1 Matangkuli Kembali ke Sekolah dengan Tradisi Peusijuek Pasca Banjir

Banda Aceh

Gubernur Aceh “Mualem” memimpin High Level Meeting Pengendalian Inflasi Aceh Menjelang Maulid