Breaking News

Home / Aceh Besar / News / Pemeritah Aceh Besar / Pendidikan

Selasa, 8 Juli 2025 - 15:23 WIB

Asisten II Sekdakab Aceh Besar Hadiri Sosialisasi Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal Dan Money Game

Banda Aceh, – Bupati Aceh Besar diwakili Asisten II Sekdakab M Ali S.Sos MSi menghadiri kegiatan sosialisasi waspada aktivitas keuangan ilegal dan money game kepada srikandi Perekonomian di Provinsi Aceh yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh.

Kegiatan sosialisasi itu diikuti puluhan nasabah perempuan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tersebut dibuka secara oleh Pelaksana tugas (Plt) Sekda Aceh M, Nasir, bertempat di Aula Kantor Gubernur Aceh, Selasa, (08/07/2025).

Pada kesempatan itu, Asisten II Sekdakab M Ali menyampaikan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Kami berharap kedepannya edukasi ini dapat pula menyasar warga masyarakat secara luas, karena edukasi yang tepat akan membantu masyarakat cerdas dalam mencegah diri dari kejahatan keuangan yang merugikan dan merusak tatanan ekonomi,” katanya.

Kemudian, Plt Sekda Aceh, M Nasir, mengajak masyarakat untuk mewaspadai aktivitas keuangan ilegal yang berpotensi merugikan. Seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong dan judi online. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar pengetahuan tentang literasi keuangan menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga ketahanan keluarga dan masyarakat.

“Dampaknya tidak hanya merugikan secara materi, tapi juga bisa menimbulkan luka batin, kehancuran kepercayaan diri, bahkan ketidakharmonisan dalam keluarga. Oleh karena itu, langkah edukatif yang dilakukan OJK Aceh hari ini adalah bentuk pencegahan yang sangat bijak, dan patut kita dukung bersama,” katanya.

Menurut Sekda, pemilihan kaum perempuan sebagai sasaran utama sosialisasi literasi keuangan sangatlah tepat. Sebab, banyak perempuan pula yang justru menjadi sasaran empuk dari berbagai modus penipuan keuangan, baik dalam bentuk investasi ilegal, pinjaman daring yang tidak berizin, maupun skema money game yang menjanjikan keuntungan instan.

Baca Juga:  Dinas Pendidikan Dayah Aceh Terima Aset Tanah dan Gedung dari Disperindag Aceh untuk Pengembangan Pendidikan Dayah

“Jika memang ada kebutuhan untuk memperoleh dukungan permodalan atau pembiayaan usaha, gunakanlah jalur-jalur yang sah dan aman yang berada dalam pengawasan otoritas resmi seperti OJK dan BI. Jangan mudah tergoda oleh janji manis yang belum tentu berdasar,” kata Nasir.

Sementara itu, Kepala OJK Aceh, Daddy Peryoga, menyebutkan, berdasarkan data dari layanan Kontak 157 OJK, sepanjang bulan Mei 2025 terdapat 149 pengaduan dari masyarakat Aceh terkait entitas ilegal. Sebanyak 139 diantaranya adalah pinjol ilegal dan 13 investasi ilegal.

Daddy berharap, dengan sosialisasi yang digelar pihaknya itu dapat mencegah bertambahnya korban yang merugi akibat mengakses keuangan ilegal.

“Ia berharap masyarakat dapat terus memperkaya literasi sehingga hanya menggunakan jalur dan tempat yang berizin OJK terkait kebutuhan keuangan dan investasi,” imbuhnya.

Share :

Baca Juga

News

DPRA Ingatkan Pemerintah Pusat: Libatkan Pengusaha Lokal untuk Aceh yang Lebih Baik Pasca Bencana”

News

Inovasi Disdukcapil Banda Aceh: Pengantin Baru Langsung Dapat KTP dan KK di Masjid!

Banda Aceh

Disdik Aceh Kembangkan Super Apps untuk Permudah Akses Data Pendidikan

News

Bupati Aceh Besar Kunjungi Balai Embrio Ternak Cipelang

Aceh

Solidaritas Tanpa Batas: PGRI Bekasi Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang, Semangat Persaudaraan Insan Pendidikan Terus Menyala

News

Bupati  Aceh Barat Tarmizi Menekankan  Program Prioritas Gampong

BSI

BSI Siap Integrasikan UMKM Garap Potensi Halal Indonesia

Aceh

Kadis SI Aceh Dampingi Menteri Agama RI Salurkan Bantuan Banjir di Bireuen: Pemerintah Hadir untuk Rakyat