Breaking News

Home / Ekbis / News

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:39 WIB

PT PEMA Benahi Fondasi: Bangun Kepercayaan, Jaga Aset Daerah

BANDA ACEH – Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Mawardi Nur, S.E., PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA memilih jalur strategis dengan membenahi fondasi internal alih-alih melakukan ekspansi besar-besaran yang sensasional. Tahun 2025 menjadi fase penting bagi perusahaan daerah ini untuk membangun pondasi yang kokoh demi keberlanjutan usaha jangka panjang.

Menyadari bahwa tantangan utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bukan hanya mencari keuntungan, melainkan membangun kepercayaan publik, PT PEMA menjadikan pembenahan Good Corporate Governance (GCG) sebagai prioritas utama. Langkah ini meliputi penguatan struktur organisasi, penyempurnaan standar operasional prosedur, perbaikan sistem pengawasan internal, serta penerapan pelaporan yang lebih transparan dan terukur. Bagi dunia usaha, tata kelola yang baik adalah pondasi utama agar perusahaan tidak mudah goyah menghadapi tekanan bisnis maupun sorotan publik.

Keseriusan tersebut mulai membuahkan hasil nyata. Salah satunya terlihat ketika PT PEMA memenangkan perkara hukum terkait aset kopi melawan PT Jingki Roda Gayo (JRG) berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 9/Pdt.G/2025/PN Bna. Kemenangan ini menjadi sinyal bahwa aset dan kepentingan daerah kini dijaga dengan lebih serius, sekaligus mengubah pandangan bahwa BUMD lemah dalam mempertahankan haknya.

Di sektor energi, melalui anak usahanya PT Pema Global Energy (PGE), perusahaan berhasil meningkatkan harga jual gas. Langkah ini membuktikan bahwa pertumbuhan dapat dicapai melalui strategi negosiasi dan optimalisasi kontrak, yang pada gilirannya berpotensi meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal serupa terjadi pada pengelolaan komoditas belerang, di mana pendekatan yang lebih adaptif terhadap pasar mampu menaikkan nilai jual dan mengubah pola kerja yang sebelumnya cenderung pasif menjadi lebih dinamis.

Aspek lain yang diperkuat adalah disiplin keuangan, meliputi efisiensi anggaran, rasionalisasi biaya, dan pengendalian pengeluaran. Meskipun tidak menimbulkan sorotan publik, langkah ini menjadi penopang utama agar perusahaan tetap sehat dan berkelanjutan. Selain itu, PT PEMA juga mulai mendorong transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan guna menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman, meskipun disadari bahwa perubahan budaya kerja memerlukan proses yang tidak instan.

Dalam upaya memperluas sumber pendapatan, dilakukan diversifikasi usaha melalui perdagangan kopi dan persiapan memasuki sektor telekomunikasi. Kendati demikian, manajemen tetap mengedepankan kehati-hatian, mengingat banyak BUMD terjebak ekspansi tanpa kesiapan pengelolaan yang memadai. Oleh karena itu, ukuran keberhasilan ke depan tidak dilihat dari banyaknya lini usaha, melainkan seberapa profesional dan sehat pengelolaannya.

Transformasi PT PEMA dari pola kerja lama yang kaku menuju entitas bisnis yang profesional dan adaptif memang membutuhkan waktu. Publik menanti hasil akhirnya, mengingat keberhasilan sebuah BUMD sejatinya diukur dari seberapa besar manfaat nyata yang dapat dikembalikan bagi kesejahteraan masyarakat Aceh. Dan saat ini, perubahan positif itu sedang dibangun perlahan namun pasti, melalui langkah-langkah yang kokoh dan terukur. (*)

Share :

Baca Juga

News

Ketua Banleg DPRA: Irfansyah Apresiasi Langkah Gubernur Aceh Cabut Pergub Pembatasan JKA

Aceh

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Terima Aset Tanah dan Gedung dari Disperindag Aceh untuk Pengembangan Pendidikan Dayah

News

Masih tertutup lumpur, Prajurit Yonif 115/ML bersihkan SDN 04 Kuala Simpang”

Aceh

Ibu Gubernur Aceh Lepas 3 Truk Bantuan Dinsos Aceh ke Tiga Kabupaten Terdampak Banjir

Banda Aceh

Walikota Banda Aceh Illiza Mengenang Para Syuhada Dalam Peringatan Tsunami Aceh Yang Khidmat

Ekbis

Bupati Aceh Besar Syech Muharram Sambangi PDAM Tirta Mountala

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Dukung Penuh Pengembangan Jagung Kawasan Glee Madat Kuta Cot Glie

News

Jelang Meugang, Dinas Peternakan Aceh Pastikan Hewan Kurban Bebas Penyakit