Breaking News

Home / Pemerintah Aceh

Kamis, 6 Februari 2025 - 13:41 WIB

Pj Gubernur Safrizal Resmikan Galeri Seuramoe Dekranasda Aceh, Dorong Pengembangan UMKM dan Digitalisasi

Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, didampingi Pj. Ketua Dekranasda Aceh, Hj. Safriati, S.Si, M.Si, dan Plt. Ketua DWP Aceh, Dra. Sukmawati, melakukan pengguntingan pita saat meresmikan Galeri Seuramoe Kerajinan Dekranasda Aceh, di Komplek Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Kamis, (6/2/2025).

Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, didampingi Pj. Ketua Dekranasda Aceh, Hj. Safriati, S.Si, M.Si, dan Plt. Ketua DWP Aceh, Dra. Sukmawati, melakukan pengguntingan pita saat meresmikan Galeri Seuramoe Kerajinan Dekranasda Aceh, di Komplek Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Kamis, (6/2/2025).

Banda Acehย โ€“ Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA., M.Si., meresmikan Galeri Seuramoe Dekranasda Aceh yang berlokasi di Kompleks Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Kamis, 6/2/2025. Peresmian ini menjadi langkah awal untuk memperkuat industri kerajinan lokal dan mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh.

Dalam sambutannya, Safrizal menekankan pentingnya pengelolaan galeri itu agar semakin menarik bagi wisatawan dan pembeli. โ€œKita memulai (renovasi) dari awal, lalu terus menyempurnakan. Ini sudah ketiga kalinya saya berkunjung, artinya saya memberi atensi. Interiornya terus kita benahi agar tampilannya semakin menarik, sehingga orang mau datang dan menghabiskan uangnya di sini,โ€ ujarnya.

Safrizal menyoroti peran besar UMKM dalam perekonomian nasional. Menurutnya, UMKM menyumbang sekitar 61โ€“63 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. โ€œIndonesia dibangun di atas UMKM. Saat krisis ekonomi, sektor inilah yang tetap bertahan. Jika UMKM berjalan, maka tidak ada pengangguran. Sumber daya manusia Aceh ini hebat, kita hanya perlu memberikan kesempatan dan peluang,โ€ katanya.

Ia juga berharap agar suatu saat Aceh tidak lagi bergantung pada ekspor sumber daya alam, melainkan lebih mengandalkan industri kreatif dan intelektual. โ€œSingapura mengekspor produk kerajinan hingga 41 persen, Thailand 29 persen, sementara Indonesia baru mencapai 15,7 persen. Artinya, kita masih harus bekerja keras,โ€ ujar dia.

Pj Gubernur Aceh juga mengusulkan strategi untuk mendukung UMKM, salah satunya dengan kebijakan penggunaan produk lokal oleh pegawai pemerintah. โ€œSetiap Kamis, pegawai kita bisa diwajibkan memakai batik khas Aceh. Ada sekitar 20 ribu pegawai, jika mereka menggunakan batik Aceh, maka UMKM akan terus berproduksi,โ€ ujar Safrizal.

Baca Juga:  Pj Gubernur Ajak HIMAS Berkomitmen Bangun Simeulue

Lebih lanjut, ia bercita-cita agar Dekranasda Aceh tidak hanya berfungsi sebagai galeri fisik, tetapi juga sebagai marketplace digital. โ€œKita harus membuat Dekranasda menjadi platform digital yang mempertemukan pengrajin dengan pembeli. Tidak semua orang bisa datang ke sini, tapi mereka tetap bisa membeli produk kerajinan Aceh secara online,โ€ kata Safrizal.

Selain itu, Safrizal juga menginstruksikan pemerintah daerah agar menjadikan produk Dekranasda sebagai buah tangan resmi bagi tamu-tamu pemerintah. โ€œDengan cara ini, uang akan terus berputar di masyarakat dan para pengrajin bisa merasakan dampaknya,โ€ katanya.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh istri Gubernur Aceh terpilih, Marlina Usman, Kepala Bank Aceh Syariah, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh. Pada kesempatan itu, Pj Gubernur juga meminta pihak perbankan untuk turut mendukung pengembangan Dekranasda melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Sementara itu, Penjabat Ketua Dekranasda Aceh, Hj. Safriati, mengatakan,ย  jika di tahun 1990 Dekranasda Aceh berkantor di Peunayong, Dekranasda awalnya hanya menampilkan kerajinan bordir. Setelah gedung baru selesai dibangun di Taman Ratu Safiatuddin dan diresmikan pada 2004, fungsinya pun masih terbatas sebagai showroom tanpa optimalisasi penuh.

โ€œKami berinisiatif membuat galeri ini sebagai cikal bakal galeri yang lebih besar untuk Aceh. Walaupun masih jauh dari sempurna, ini adalah langkah awal. Produk dari 23 kabupaten/kota di Aceh kini mulai hadir di sini, mulai dari tikar hingga kursi enceng gondok,โ€ ujar Safriati.

Safriati berharap agar galeri ini terus dikembangkan dengan dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak. โ€œKami telah melakukan peremajaan kepengurusan dengan formasi terbaik. Dengan melibatkan berbagai instansi, organisasi ini akan berjalan secara otomatis.โ€

Lebih jauh, Safriati mengungkapkan impian untuk memperluas jangkauan produk kerajinan Aceh. โ€œKami ingin galeri ini tidak hanya ada di sini, tapi juga di bandara, pusat perbelanjaan besar, bahkan hotel-hotel. Bisa saja ada aturan yang mewajibkan hotel dan rumah makan di Aceh menggunakan taplak meja dan runner buatan pengrajin lokal,โ€ ujarnya.

Baca Juga:  Kak Na: TP PKK Aceh harus Kerja Bakti untuk Rakyat

Dekranasda Aceh saat ini memiliki dua unit usaha, yakni rumah batik dan galeri. Ia berharap dinas-dinas pemerintahan bisa mulai memesan batik dari Dekranasda untuk mendukung pengrajin lokal. โ€œBelanja di sini berarti ikut membesarkan pengrajin Aceh,โ€ ujar Safriati

Share :

Baca Juga

Aceh

Sekda Aceh Muhammad Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026โ€“2030

News

Pemerintah Aceh Terapkan WFH bagi ASN, Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Berita

Cegah Stunting, Bunda PAUD Aceh Kunjungi Sekolah-Sekolah di Abdya

Berita

Wagub Aceh Temui Dua Menteri di Jakarta, Minta Dukungan Perpanjangan Dana Otsus

News

Gubernur Mualem: Pergub JKA Dicabut, Rakyat Aceh Berobat Seperti Biasa

Daerah

Gubernur Aceh Resmikan Pabrik Karet PT Potensi Bumi Sakti di Aceh Barat

Pemerintah Aceh

Muzakir Manaf Jadi Inspektur Upacara HUT Bhayangkara ke-79 di Aceh

Aceh

Irfansyah Sambut Baikย  Surat Menteri ESDM Tentang Pengelolaan Migasย 12 Hingga 200 Mil