ACEH BARAT DAYA – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Daerah Pemilihan 9, Tgk H Attamizi Hamid dan M Iqbal, melaksanakan kunjungan kerja ke kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Aceh Barat Daya, Jumat (17/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi sektor kepemudaan, olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif di daerah tersebut, serta mendengar penjelasan dan aspirasi dari pemerintah daerah terkait potensi dan tantangan yang dihadapi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua anggota DPRA diterima oleh jajaran Disporaparekraf setempat. Mereka menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari tugas pengawasan, penggalian informasi, dan upaya menjembatani kepentingan daerah dengan kebijakan yang akan dirumuskan di tingkat provinsi.
“Kami datang ke sini untuk mengetahui secara langsung apa saja yang menjadi potensi dan kebutuhan di Aceh Barat Daya, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Informasi ini akan menjadi bahan penting bagi kami untuk memperjuangkan dukungan yang diperlukan,” ujar Tgk H Attamizi Hamid.
Sementara itu, M Iqbal menambahkan bahwa sinergi antara legislatif provinsi dan pemerintah kabupaten sangat diperlukan agar potensi yang dimiliki daerah dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap melalui pertemuan ini dapat terjalin komunikasi yang baik, sehingga setiap program dan pengembangan yang direncanakan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, (Plt) Kadis poraparekraf Abdya, Safrizal, Kepala Disporaparekraf, Safrizal, memaparkan pesisir Abdya dari Lembah Sabil hingga Babahrot memiliki keindahan bawah laut yang cocok untuk wisata bahari dan edukasi. Salah satu unggulannya adalah Pulau Gosong, pulau seluas 1 hektare berjarak 1 mil dari Pantai Susoh.
Pulau ini memiliki terumbu karang alami, ikan Napoleon, ikan badut, dan kima raksasa terbesar di Indonesia menurut KKP, serta pemandangan matahari terbenam yang indah. Aksesnya dapat ditempuh dengan perahu nelayan seharga Rp150.000–Rp300.000 untuk 10–15 orang.
Meski kaya potensi, Safrizal mengakui masih ada kendala sarana prasarana. “Kami berharap kunjungan ini membawa perhatian dan dukungan agar pariwisata Abdya dapat berkembang optimal,” pungkasnya. (**)


