Breaking News

Home / Aceh / News / Parlementarial

Jumat, 14 November 2025 - 19:07 WIB

DPR Aceh Soroti Pendangkalan Muara Kuala Idi Rayeuk,Gubernur Aceh Respon Cepat

Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyoroti kondisi memprihatinkan yang dialami masyarakat nelayan di Aceh Timur terkait pendangkalan muara Kuala Idi Rayeuk yang semakin parah.

Anggota DPRA, Azhari alias Maob, menyampaikan aspirasi ini dalam rapat paripurna di gedung DPRA pada Jumat (14/11/2025).

Azhari mengungkapkan bahwa pendangkalan muara Kuala Idi Rayeuk telah berlangsung lama dan semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas nelayan setempat, yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari hasil laut.

“Pendangkalan ini menyebabkan kapal-kapal nelayan kesulitan untuk keluar masuk muara, terutama saat air laut surut. Akibatnya, waktu melaut menjadi lebih pendek dan hasil tangkapan pun menurun drastis,” ujar Azhari.

Lebih lanjut, Azhari menjelaskan bahwa pendangkalan juga berdampak pada keselamatan nelayan. Kapal-kapal yang mencoba melewati muara yang dangkal berisiko kandas atau bahkan tenggelam.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Masyarakat nelayan sudah lama mengeluhkan masalah ini, namun belum ada solusi yang konkret dari pemerintah,” tegasnya.

Dalam rapat paripurna tersebut, Azhari secara langsung meminta Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, untuk segera mengambil tindakan dan mencari solusi atas masalah pendangkalan muara Kuala Idi Rayeuk.

Menanggapi hal ini, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, memerintahkan dinas terkait untuk segera mencari solusi.

Mualem menekankan bahwa Aceh memiliki banyak pelabuhan dan penting untuk segera dilakukan pengerukan.

“Kami berharap Bapak Gubernur dapat memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini. Segera turunkan tim untuk melakukan kajian dan mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan,” pintanya.

Azhari menambahkan bahwa penanganan masalah pendangkalan muara Kuala Idi Rayeuk membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah.

Baca Juga:  Kapolda Aceh dan Pejabat Utama Hadiri Bakti Sosial TNI di Jasdam IM

“Kami siap untuk mendukung segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Kami juga berharap masyarakat nelayan dapat bersabar dan terus memberikan masukan yang konstruktif,” pungkasnya.

Diharapkan dengan adanya perhatian dari DPRA dan respon cepat dari Gubernur Aceh, masalah pendangkalan muara Kuala Idi Rayeuk dapat segera teratasi dan kehidupan masyarakat nelayan di Aceh Timur dapat kembali .

Share :

Baca Juga

Aceh

Persiapan MTQ Aceh Dikebut, Wagub Ingatkan Jadwal Hindari Musim Hujan

Aceh

Disdik Aceh “Seumeugleh” di Pante Bidari: Prioritaskan Pemulihan Sekolah dan Masjid Pasca Bencana

Banda Aceh

Let’s Break It Down, Bergerak Bersama Putuskan Penularan Hepatitis” World Hepatitis Days 2025 di RSUDZA

News

Kapolda Aceh Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Mapolda Aceh

Banda Aceh

Dipimpin Zulfadhli, DPRA dan Pemerintah Aceh sepakati rancangan qanun RPJMA 2025-2029

Daerah

Bupati Al-Farlaky: Gaji 13 Aceh Timur Segera Cair

Aceh

Gubernur Aceh Lantik Ketua dan Anggota Baitul Mal Aceh 2025–203

Banda Aceh

Kota Banda Aceh Tambah 2 Unit Mobil Damkar untuk Tingkatkan Pelayanan